Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Yang Kikir dan Yang Pemurah

Rabu, 29 Desember 2010
Di antara manusia ada yang kikir dan ada pula yang dermawan… Orang yang kikir mengukur laba rugi berdasarkan motif duniawi belaka…, sedangkan orang dermawan menilai laba rugi berdasarkan motif ukhrawi yang jauh lebih baik dan kekal…
Diriwayatkan, bahwa: Seorang lelaki pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya seorang fakir yang banyak anaknya. Bila pemilik kurma itu memetik buah kurma, maka dia memetiknya dari rumah tetangganya, dan jika ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak yang fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut anak-anak itupun dipaksa dikeluarkan…
Orang fakir itu mengadukan hal ini kepada Rasulullah SAW dan beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: “Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Fulan, dan bagianmu sebagai gantinya pohon kurma di surga”. Pemilik kurma itu menanggapi: “Hanya sekian tawaran tuan?” Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya”… Pemilik kurma itu pergi.
Pembicaraan dengan Nabi SAW tersebut terdengar oleh seorang Dermawan yang langsung menghadap kepada Rasulullah SW dan bertanya: “Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadi milikku?” Rasulullah SAW menjawab: “Ya!” Maka pergilah orang itu menemui sang pemilik kurma. Pemilik pohon kurma itu berkata: “Apakah anda tahu bahwa Muhammad SAW menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Dan bahwa aku catat tawarannya, akan tetapi buahnya sangat mengagumkan, padahal aku banyak mempunyai pohon kurma dan tidak ada satupun yang buahnya selebat itu?” Orang Dermawan tadi menanggapi: “Apakah anda mau menjualnya?” Ia menjawab: “Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, tapi… pasti tidak akan ada yang sanggup”. Dermawan itu mengatakan: “Berapa yang anda inginkan?” Ia berkata: “Aku inginkan empat puluh pohon kurma”. Ia terdiam kemudian berkata lagi: “Anda minta yang bukan-bukan, baik aku berikan empat puluh kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika anda benar mau menukarnya”. Ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan pertukaran itu.
Dermawan tadi menghadap Rasulullah SAW dan berujar: “Wahai Rasulullah! Pohon kurma itu telah menjadi milikmu dan aku akan serahkan kepada tuan”. Maka Rasulullah SAW berangkat kepada pemilik rumah yang yang fakir itu dan bersabda: “Ambillah pohon kurma itu untukmu dan kelurgamu”. Sehubungan dengan kasus inilah turun surat Al Lail (S: 92) dari ayat 1 hingga terakhir. (Lihat, Jalaluddin As Suyuthi/ Ad Darr al Mantsur/ Juz X/ hal 278)
Terjemahan maksud surat Al Lail:
1.  Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2.  Dan siang apabila terang benderang,
3.  Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4.  Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5.  Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6.  Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),
7.  Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8.  Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9.  Serta mendustakan pahala terbaik,
10.  Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11.  Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia Telah binasa.
12.  Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
13.  Dan Sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
14.  Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
15.  Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
16.  Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17.  Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18.  Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
19.  Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
20.  Tetapi (Dia memberikan itu semata-mata) Karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.
21.  Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

http://muismahmud.wordpress.com

Februari haruskah melulu tentang cinta

Syair-syair romantis dan surat cinta dari pasangannya lebih kita hapal daripada ayat-ayat Qur’an



Februari?? Hmm…Selalu saja begitu..padahal sebagian dari kita bisa jadi bosan membicarakan hal ini. Seperti semua orang tahu tepat di pertengahan bulannya terselip sebagai hari valentine atau hari kasih sayang.




Pelaku dunia bisnis dan hiburan terbukti ‘masih’ berhasil untuk menggunakan moment ini demi mengeruk untung. Padahal hanya segelintir orang saja ditambah orang-orang yang tidak tahu ikut merayakan ‘keanehan’ ini.

Di bulan ini semua dekorasi pertokoan berubah menjadi merah jambu, acara tv di dominasi oleh film yang romantis dan tiba-tiba saja pedagang bunga menjadi kebanjiran order.

Konon…dihari yang sama sebisa mungkin pasangan mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada pasangannya. Lewat bunga, coklat dan lagu-lagu romantis. Bila ini terjadi di kalangan pasangan yang sudah berkeluarga maka tak masalah. Namun yang terjadi justru banyak yg merayakan hari valentine anak-anak muda yang sama sekali belum terpikirkan untuk segera menikah. Padahal Allah membenci perbuatan tersebut.

Didalam Al-Qur’an sudah diatur dengan jelas, termasuk urusan pergaulan sesama dan lingkungan. Jangan memandang ini sebagai pengekangan namun justru wujud cinta Allah kepada hambaNya. Masa muda dengan semangat membara biasanya lebih susah dalam mengendalikan nafsu. Apalagi jauh dari proses keimanan dan lingkungan yang soleh.

Allah memberikan penghargaan tertinggi kepada orang-orang yang mampu mengendalikan nafsunya.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ....... Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [Q.S An-Nuur (24):31-32]

Bukti kelemahan iman adalah begitu mudahnya anak muda jaman sekarang mengekspresikan cinta pada pasangannya, namun lupa bagaimana mengekspresikan cintanya pada Allah SWT!.

Syair-syair romantis dan surat cinta dari pasangannya lebih kita hapal daripada ayat-ayat Qur’an. Mereka mengerti bahwa Allah itu satu, dan berhala haram disembah. Namun mengapa mereka memuja cinta dan mejadikan nafsunya sebagai berhala?. Naudzubillah…ya Allah kuatkan dan teguhkan iman kami.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ


"Dan diantara manusia ada yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintaiNya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [Q.S 2:165]

Cinta dan kasih sayang abadi itu hanya milik Allah. Dari Nabi Adam sampai umat paling akhir di dunia kasih sayangnya tak berhenti. Allah tak perlu menunggu Februari untuk mengekspresikannya, tiap deguban jantung ini kita sudah membuktikannya (kalo ingat).

Allah tidak akan rugi walau hambaNya mengkafirinya. Namun ketika kita beriman dan mentaati perintah-Nya, Allah pun tak memerlukannya karena Allah Maha Besar tidak membutuhkan apapun. Telah jelas jalan lurus yang diberikan, manusia silahkan memilih sampai batas waktu yang ditentukan.

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Q.S Al-Baqarah (2):255]

Mari kita jaga kasih sayang ukhuwah kepada sesama dan juga menjaga kasih sayang Allah dengan mensyukuri dan membuktikan kehambaan kita. Kapanpun dan dimanapun..

Author : PercikanIman.ORG

“FUNGSI DAN PERAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN PASAMAN BARAT TERCINTA”

“FUNGSI DAN PERAN MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN PASAMAN BARAT TERCINTA”

Oleh; Hanif Muslim


Posisi Mahasiswa dalam Rencana Pembangunan Pasaman Barat, apabila dilihat langsung dalam tataran aplikatif seringkali menghadapi barbagai macam kendala. Untuk itu, dalam hal ini diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, baik Muspida, LSM, ORMAS, Media Massa, dan juga mahasiswa ( IMAPASBAR) itu sendiri. Dalam memberikan partisipasi aktif dalam pembangunan di Pasaman Barat  ini, tidak terlepas dari dua posisi mahasiswa sebagai bagian inheren dari sebuah Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya, dan yang kedua posisi mahasiswa sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang mengedepankan kekritisan. Sebagai manifestasi dari Tri Dharma perguruan tinggi, maka sudah saatnya mahasiswa Pasaman Barat yang berada di kampus-kampus Perguruan Tinggi di Sumatera Barat  berperan aktif dalam proses pembangunan di Pasaman Barat. Dalam hal ini maka diperlukan adanya kerjasama yang berkesinambungan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dengan berbagai macam perguruan tinggi yang ada. Hampir seluruh bidang yang menunjang pembangunan di Pasaman Barat, berkorelasi dengan bidang-bidang keilmuan yang dipelajari di kampus-kampus yang ada. Bidang- bidang yang sangat strategis seperti teknologi, pendidikan, pertanian, pemerintahan, keagamaan, lingkungan, ekonomi dsb, semuanya tersedia di kampus-kampus besar maupun kecil, dari pusat pemerintahan,kabupaten kota sampai ke yang terendah di tingkat kecamatan, di kecamatan  Lembah Melintang, Ujunggading sendiri telah ada Sekolah Tinggi, yaitu ; YAPTIP dan UBK. Sudah selayaknya menjadikan mahasiswa lebih confident dan Agresif dalam mendukung setiap proyek-proyek pembangunan di  Pasaman Barat dengan dilandasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di atas. Sebagai gerakan mahasiswa, posisi mahasiswa tidak kalah strategis, bahkan sangat mempunyai determinasi yang besar dalam menciptakan stabilitas pemerintahan dan good governance di Pasaman Barat.. Kiranya, sangat disayangkan apabila nasib sekian juta warga Pasaman Barat, hanya dibebankan pada sosok Bupati dan wakil Bupati saja, tanpa ada partisipasi aktif dari gerakan mahasiswa dan elemen-elemen lain. Kontinuitas pembangunan harus tetap berjalan dengan didasarkan pada good governance dan sinergitas yang baik antara pemda, pemprov dengan parlemen. Dari sini, maka kita bisa berharap banyak terciptanya clean government, sebuah pemerintahan yang bersih, efektif, dinamis, dan populis dalam merealisasikan visi pembangunan Pasaman Barat 2010-2015, yaitu Tercapainya masyarakat Pasaman Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera. IMAPASBAR, Inilah sebuah wadah yang akan menyatukan langkah kita dalam Pembangunan Pasaman Barat kedepan.
Allahu Akbar....!!! Allahu Akbar...!!! Allahu Akbar...!!! 
Berikut Peran serta generasi muda dalam pembangunan yang saya kutip dari tulisan Drs. Akhmad Elvian  di Google Search

Peran serta generasi muda dalam pembangunan

ü  Disaat kondisi bangsa seperti saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan. Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan. Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada. Pemuda atau generasi muda yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk kemajuan antara lain:

ü  Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya pemuda memimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung perubahan.
ü  Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk suatu kemajuan dan perubahan. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung oleh kekuatan generasi muda atau pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur. Namun bersatunya pemuda dalam satu perjuangan bukanlah persoalan mudah. Dibutuhkan syarat minimal agar pemuda dapat berkumpul dalam satu kepentingan. Pertama, syarat dasar moral perjuangan harus terpenuhi, yakni terbebas dari kepentingan pribadi dan perilaku moral kepentingan suatu kelompok. Kedua, kesamaan agenda perjuangan secara umum Ketiga, terlepasnya unsur-unsur primordialisme dalam perjuangan bersama, sesuatu yang sensitive dalam kebersamaan.
ü  Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda atau pemuda akan mengangkat moral perjuangan pemuda atau generasi muda. Nasionalisme adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa. Visi reformasi seperti pemberantasan KKN, amandeman konstitusi, otonomi daerah, budaya demokrasi yang wajar dan egaliter seharusnya juga dapat memacu dan memicu semangat pemuda atau generasi muda untuk memulai setting agenda perubahan.
ü  Menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jatidiri daerah. Semangat kebangsaan diperlukan sebagai identitas dan kebanggaan, sementara jatidiri daerah akan menguatkan komitmen untuk membangun dan mengembangkan daerah. Keduanya diperlukan agar anak bangsa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya.
ü  Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda-agenda Pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa yang dapat mendukung akselerasi perubahan.
ü  Pemuda menjadi aktor untuk terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya. Tidak dapat dihindari bahwa politik dan ekonomi masih menjadi bidang eksklusif bagi sebagian orang termasuk generasi muda. Pemuda harus menyadari , bahwa sumber daya (resource) negeri ini sebagai aset yang harus dipertahankan, tidak terjebak dalam konspirasi ekonomi kapitalis.


Refleksi pada Acara “Seminar Regional Kabupaten Pasaman Barat”
Minggu 19 Desember 2010 di Aula Fakultas Ushuluddin, IAIN “IB” Padang, Pemateri Ibunda Hj. Emma Yohanna (Anggota DPR RI-komite 3 Sum-Bar)
Terselenggara Atas Kerjasama Komisariat IMAPASBAR IAIN “IB”, UNAND, UNP, UBH, dan  STKIP.