Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang becak motor (betor) yang nantinya akan mengatur trayek dan jarak tempuh para pemilik betor. Hal itu menjawab tuntutan para pemilik dan supir oplet yang melakukan demonstrasi pada Selasa (28/12).
"Direncanakan pada tanggal 4 Januari nanti kita akan mengadakan rapat membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang betor khusus untuk daerah Ujung Gading. Ranperda itu nantinya akan memuat rute-rute betor sehingga tidak berbenturan dengan rute oplet," terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pasbar, Mardani kepada antara-sumbar.com, Rabu (29/12).
Dalam rapat tersebut, jelas Mardani pihaknya akan menghadirkan para pemilik dan supir oplet, Kesbang Pol Linmas, Sat pol PP, Satlantas, unsur Muspika, pengurus pasar dan pengguna ojek. Hal itu bertujuan untuk memperjelas posisi betor dalam menjalankan kegiatannya.
"Mudah-mudahan pada Januari 2011 Perda tentang betor sudah ada dan disetujui DPRD Pasbar, sehingga persoalan antara oplet dengan betor selesai dan tidak terjadi saling rebutan penumpang," katanya.
Penanganan betor, kata Mardani tidak bisa dilakukan secara menyeluruh tetapi harus dilakukan secara parsial atau daerah dengan melibatkan ninik mamak dan tokoh lainnya. Sebab, betor meskipun belum memiliki izin resmi, namun karena berkaitan dengan mata pencarian, maka akan diatasi berdasarkan kesepakatan tanpa merugikan satu pihak.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pemilik dan supir oplet jurusan Simpang Empat-Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Pasbar, Selasa (28/12) sekitar pukul 15.00 WIB.
Aksi demonstrasi sekitar satu jam tersebut berlangsung aman dan damai. Para pemilik dan supir oplet meminta ketegasan Dishub Pasbar mengenai trayek betor. Sebab, ketidakjelasan trayek menyebabkan pendapatan para pemilik dan supir oplet menjadi berkurang.
Ketidakjelasan trayek betor tersebut sudah berlangsung lama namun para pengelola oplet masih bersabar dan berharap Pemkab Pasbar melalui Dishub bertindak. Namun, sudah sekian lama berlangsung trayek betor semakin merajalela sehingga mengakibatkan pendapatan para pemilik dan supir oplet semakin berkurang.
Berdasarkan data Dishub, betor yang ada di Pasbar hampir mencapai 100 unit, angkutan desa (angdes) mencapai 142 unit dan bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) sekitar 82 unit. (aml/wij)
------------------------------------------------------------------------------
Tidak Lengkapi Berkas, Dua CPNS Pasbar Gugur
Dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang lulus tes dinyatakan gugur karena mengundurkan diri disebebkan tidak mampu melengkapi berkas persyaratan yang ditetapkan hingga tanggal 27 Desember.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BKPL) Pasbar, Syahnan melalui Sekretaris, Saifuddin Zuhri kepada wartawan, Rabu (29/12). Menurutnya, peserta yang tidak melengkapi persyaratan tersebut langsung dinyatakan mengundurkan diri sebagai CPNS Pasbar.
Sebelum dinyatakan gugur sebagai CPNS, katanya pihaknya telah menghubungi kedua orang tersebut tersebut, namun keduanya memang menyatakan mengundurkan diri dengan alasan yakni karena diterima
CPNS didaerah lain.
“Setelah kita hubungi, ternyata dua orang itu dimana satu diantaranya diterima didaerah lain dan satunya lagi memang menyatakan mengundurkan diri. Keduanya berasal dari formasi tenaga kesehatan,” jelas Saifuddin.
Oleh sebab itu, dikarenakan batas waktu melengkapi berkas telah ditutup, maka dua orang CPNS itu dinyatakan gugur sebagai CPNS Pasbar tahun 2010.
Meski dinyatakan gugur, namun formasi yang kosong itu akan tetap kosong dan tidak akan diganti atau diisi oleh peserta lain dengan rangking dibawahnya.
“Berbeda dengan daerah lain, kalau formasinya kosong maka akan diisi oleh peserta dengan rangking dibawahnya. Khusus Pemkab Pasbar, formasi itu tidak akan diisi,” jelasnya.
Untuk NIP CPNS sebanyak 220 yang dinyatakan lulus, pihaknya belum bisa memastikan. Jika semua berkas CPNSD itu rampung, maka secepatnya akan diserahkan ke BKN.
Untuk tahun ini, Pemkab Pasbar menerima sebanyak 244 CPNSD dengan rincian, tenaga pendidikan (guru) 101 orang, tenaga kesehatan 69 orang, dan tenaga teknis 74 orang. (aml/wij)
Tampilkan postingan dengan label Barito dari Kampuong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barito dari Kampuong. Tampilkan semua postingan
"Malamang" Warnai Perayaan HUT ke-7 Pasbar
Diposting oleh
imapasbariain
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), 7 Januari 2011 selain dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, juga diisi dengan kegiatan "malamang" di depan halaman kantor bupati.
"Tradisi malamang perlu kita lestarikan karena selama ini tradisi malamang seakan hilang dan tidak terlihat. Untuk itu, tradisi malamang bersama-sama kita adakan untuk menjalin kerja sama dan kegotongroyongan," kata Bupati Pasbar, H Baharuddin R, Jumat (31/12).
Dijelaskannya, malamang artinya memasak lemang. Lemang adalah penganan yang berasal dari bahan ketan, kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang muda.
Tradisi malamang ini biasanya dilakukan secara bergotong royong, tidak dilakukan pribadi untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan yang dilakukan secara bersama oleh sekelompok masyarakat atau kerabat. Praktek tradisi malamang ini dilaksanakan untuk kepentingan tertentu.
"Tradisi malamang itu harus diberdayakan karena akan mampu meningkatkan kerja sama dan kekompakan bersama. Kita mengundang seluruh ninik mamak yang ada di setiap nagari, sehingga terjalin hubungan silaturrahmi dan merasakan makna HUT Pasbar," ungkap Baharuddin R.
Tradisi malamang, jelasnya harus diberdayakan karena tradisi tersebut merupakan tradisi minang yang sudah ada sejak dahulu."Malamang harus tetap dilestarikan dan masuk dalam agenda kegiatan HUT Pasbar ke-7," katanya.
Malamang adalah makann Ketan yang sudah direndam dengan santan, dimasukkan kedalam bambu yang tahan pembakaran api. Bersihkan daun pisang yang sudah dilayukan. Fungsi daun pisang sebagai lapisan dalam bambu seruas yang telah dipersiapkan, selanjutnya dimasukan beras ketan yang sudah diaduk dengan santan kental serta garam. Bambu dibakar dalam waktu tertentu, hingga ketan yang ada didalam bambu itu akan masak.
Dalam rangka HUT Pasbar ke-7, Pemerintah Daerah Pasbar menyelenggarakan berbagai macam kegiatan. Selain malamang, Kegiatan lain diantarnya tari pasambahan, pidato ninik mamak, lomba pidato kesadaran adat, lomba malamang, lomba ronggeng, lomba bajamba, lomba sepakbola dan lomba dayung. (aml/wij)
-----------------------------------------------------------------------------
Dishub Pasbar Layani KIR Kendaraan
Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai tahun 2011 akan melayani pengujian kendaraan atau keur. Sehingga para pemilik kendaraan tidak perlu pergi jauh-jauh ke Kota Padang untuk melakukan pengujian kendaraan.
Hal itu dikatakan Kepala Dushub Pasbar, Mardani kepada antara-sumbar.com, Jumat (31/12). "Mulai tahun depan kita akan melayani keur kendaraan yang selama ini para pengendara harus pergi ke Kota Padang. Tenaga pengujinya akan kita datangkan ke Pasbar sehingga akan lebih memudahkan para pemilik kendaraan dan mengurangi biaya pengurusan," ujar Mardani.
Pengujian kendaraan atau keur di Pasbar, jelasnya masih menunggu pendaftaran pemilik kendaraan di Dishub. Hingga saat ini sudah ada sekitar 25 kendaraan yang mendaftar untuk dilakukan KIR dan Dishub masih menunggu kendaraan lainnya hingga mencapai 40 kendaraan.
"Kita akan mulai melakukan keur jika kendaraan sudah mencapai 40 unit. Untuk itu, kepada para pemilik kendaraan diharapkan segera mendaftar," katanya.
Ditambahkanya, pengujian kendaraan sangat penting dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu kendaraan untuk beroperasi. Terutama kendaraan umum baik oplet, angdes maupun bus AKDP yang ada sehingga dengan pengujian tersebut akan meminimalisir angka kecelakaan yang pada umumnya disebabkan kendaraan yang tidak layak jalan.
"Keur sangat penting dan diharapkan para pengendara segera mendaftarkan diri untuk dilakukan pengujian kendaraan. Data dari Dishub di Pasbar untuk angkutan desa ada sekitar 142 unit dan angkutan kota dalam propinsi (AKDP) sekitar 82 unit,"jelas Mardani. (aml/wij)
"Tradisi malamang perlu kita lestarikan karena selama ini tradisi malamang seakan hilang dan tidak terlihat. Untuk itu, tradisi malamang bersama-sama kita adakan untuk menjalin kerja sama dan kegotongroyongan," kata Bupati Pasbar, H Baharuddin R, Jumat (31/12).
Dijelaskannya, malamang artinya memasak lemang. Lemang adalah penganan yang berasal dari bahan ketan, kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dilapisi daun pisang muda.
Tradisi malamang ini biasanya dilakukan secara bergotong royong, tidak dilakukan pribadi untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan yang dilakukan secara bersama oleh sekelompok masyarakat atau kerabat. Praktek tradisi malamang ini dilaksanakan untuk kepentingan tertentu.
"Tradisi malamang itu harus diberdayakan karena akan mampu meningkatkan kerja sama dan kekompakan bersama. Kita mengundang seluruh ninik mamak yang ada di setiap nagari, sehingga terjalin hubungan silaturrahmi dan merasakan makna HUT Pasbar," ungkap Baharuddin R.
Tradisi malamang, jelasnya harus diberdayakan karena tradisi tersebut merupakan tradisi minang yang sudah ada sejak dahulu."Malamang harus tetap dilestarikan dan masuk dalam agenda kegiatan HUT Pasbar ke-7," katanya.
Malamang adalah makann Ketan yang sudah direndam dengan santan, dimasukkan kedalam bambu yang tahan pembakaran api. Bersihkan daun pisang yang sudah dilayukan. Fungsi daun pisang sebagai lapisan dalam bambu seruas yang telah dipersiapkan, selanjutnya dimasukan beras ketan yang sudah diaduk dengan santan kental serta garam. Bambu dibakar dalam waktu tertentu, hingga ketan yang ada didalam bambu itu akan masak.
Dalam rangka HUT Pasbar ke-7, Pemerintah Daerah Pasbar menyelenggarakan berbagai macam kegiatan. Selain malamang, Kegiatan lain diantarnya tari pasambahan, pidato ninik mamak, lomba pidato kesadaran adat, lomba malamang, lomba ronggeng, lomba bajamba, lomba sepakbola dan lomba dayung. (aml/wij)
-----------------------------------------------------------------------------
Dishub Pasbar Layani KIR Kendaraan
Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai tahun 2011 akan melayani pengujian kendaraan atau keur. Sehingga para pemilik kendaraan tidak perlu pergi jauh-jauh ke Kota Padang untuk melakukan pengujian kendaraan.
Hal itu dikatakan Kepala Dushub Pasbar, Mardani kepada antara-sumbar.com, Jumat (31/12). "Mulai tahun depan kita akan melayani keur kendaraan yang selama ini para pengendara harus pergi ke Kota Padang. Tenaga pengujinya akan kita datangkan ke Pasbar sehingga akan lebih memudahkan para pemilik kendaraan dan mengurangi biaya pengurusan," ujar Mardani.
Pengujian kendaraan atau keur di Pasbar, jelasnya masih menunggu pendaftaran pemilik kendaraan di Dishub. Hingga saat ini sudah ada sekitar 25 kendaraan yang mendaftar untuk dilakukan KIR dan Dishub masih menunggu kendaraan lainnya hingga mencapai 40 kendaraan.
"Kita akan mulai melakukan keur jika kendaraan sudah mencapai 40 unit. Untuk itu, kepada para pemilik kendaraan diharapkan segera mendaftar," katanya.
Ditambahkanya, pengujian kendaraan sangat penting dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu kendaraan untuk beroperasi. Terutama kendaraan umum baik oplet, angdes maupun bus AKDP yang ada sehingga dengan pengujian tersebut akan meminimalisir angka kecelakaan yang pada umumnya disebabkan kendaraan yang tidak layak jalan.
"Keur sangat penting dan diharapkan para pengendara segera mendaftarkan diri untuk dilakukan pengujian kendaraan. Data dari Dishub di Pasbar untuk angkutan desa ada sekitar 142 unit dan angkutan kota dalam propinsi (AKDP) sekitar 82 unit,"jelas Mardani. (aml/wij)
Hasil Pemilukada di Kabupaten Pasaman Barat
Jumat, 31 Desember 2010
Diposting oleh
imapasbariain
| Hasil Pemilukada di Kabupaten Pasaman Barat |
Berdasarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Barat Nomor 963/Peng/KPU-Kab-003.435070/2010 tentang perolehan suara sah masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasaman Barat dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2010 ditingkat KPU Kab. Pasaman Barat, hasil suara perolehan suara masing-masing calon adalah sebagai berikut:
1. Pasangan Nomor Urut Satu (1) H. Risnawanto, SE - Haji Nofrizal dengan jumlah perolehan suara sah sebanyak 34.912 suara atau 21,60%.
2. Pasangan Nomor urut dua (2) Drs. H. Akmaluddin Batubara,MM dan Episantoso SP dengan jumlah perolehan suara sah sebanyak 24.878 suara (15,39%).
3. Pasangan Nomor Urut Tiga (3) Drs. H. Baharuddin R, MM dan H. Syahrul Dt. Marajo, SPd dengan jumlah perolehan suara sebanyak 56.830 suara (35,17%).
4. Pasangan Nomor Urut Empat (4) Drs. H. Syahiran, MM dan Asgul, M.Si dengan jumlah perolehan suara sebanyak 44.987 suara (27, 84%).
